Senin, 08 September 2014

Surat Untuk Buddha



Langkah semakin gontai
Langit semakin gelap
Menyusuri jalan setapak
Tanpa arah tujuan

Mata terpejam,
Kutarik nafas dalam-dalam
Kucoba sadari apa yang terjadi
Masih terasa sakit di dada ini

Kucoba bicara baik-baik,
Namun bagai menepuk air didulang,
Semua nya sia-sia
Dan kembali padaku

Kucoba redam amarah, namun sia-sia
Kucoba teriak, namun tak ada suara yang keluar
Kucoba menangis, hanya menambah sakit di dada
Tiada guna semuanya

Ku ingin membelai lembut mereka,
Namun bukan sadar, tetapi malah semakin menjadi
Ku ingin memukul mereka tuk coba sadarkan mereka, tapi percuma saja
Karena bukan mereka yang sakit, tapi aku.

Buddha….

Bolehkah aku menyerah sekarang?
Bolehkan aku berada di sisi Mu?
Bolehkan aku kembali padamu saja
Tanpa terjebak siklus ini lagi

Buddha….

Aku Tahu….Aku Mengerti jawabanMu
Namun Engkau juga tahu
Bahwa aku muridMu yang bandel dan bodoh ini
Bukan murid yang penyabar dan rajin

Buddha….
Apa yang harus kulakukan?
Berapa lama lagi sisa waktuku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar