Langkah semakin gontai
Langit semakin gelap
Menyusuri jalan setapak
Tanpa arah tujuan
Mata terpejam,
Kutarik nafas dalam-dalam
Kucoba sadari apa yang terjadi
Masih terasa sakit di dada ini
Kucoba bicara baik-baik,
Namun bagai menepuk air
didulang,
Semua nya sia-sia
Dan kembali padaku
Kucoba redam amarah, namun
sia-sia
Kucoba teriak, namun tak ada
suara yang keluar
Kucoba menangis, hanya menambah
sakit di dada
Tiada guna semuanya
Ku ingin membelai lembut
mereka,
Namun bukan sadar, tetapi malah
semakin menjadi
Ku ingin memukul mereka tuk
coba sadarkan mereka, tapi percuma saja
Karena bukan mereka yang sakit,
tapi aku.
Buddha….
Bolehkah aku menyerah sekarang?
Bolehkan aku berada di sisi Mu?
Bolehkan aku kembali padamu
saja
Tanpa terjebak siklus ini lagi
Buddha….
Aku Tahu….Aku Mengerti
jawabanMu
Namun Engkau juga tahu
Bahwa aku muridMu yang bandel
dan bodoh ini
Bukan murid yang penyabar dan
rajin
Buddha….
Apa yang harus kulakukan?
Berapa lama lagi sisa waktuku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar